Kamis, 27 Agustus 2015

Sahabat

Dan berbicara mengenai persahabatan, memang layaknya magnet yang tak bisa terpisahkan. Kemanapun kawan pergi, kita selalu bersamanya kapanpun dan dimanapun. Namun terkadang ikatan sahabat bisa saja putus akibat suatu hal yang tak dikira sebelumnya, misalnya karena kawan kita pindah ke luar kota, dan lain sebagainya. Semoga kumpulan kata inspiratif yang tersedia dibawah ini dapat menginspirasi kita semua.

1. Kelemahan diriku adalah kelebihan sahabatku, kelebihan dariku adalah bagian dari kehebatan sahabatku.

2. Sahabat yang baik adalah orang yang sangat kita percayai dan membuat kita tenang bersamanya. Dia menjadi tempat berbagi kelelahan, berbagi kesedihan dan tidak pernah menjual rahasia diri kita.

3. Begitu sulitnya mencari teman yang tak lupa kita ketika sudah tak lama berjumpa, namun jika Anda menemukannya. Itulah yang dinamakan sahabat yang hebat!

4. Walau bagaimanapun juga, sahabatmu adalah orang yang telah berjasa membangunkanmu dari keterpurukan, menghiburmu saat senang maupun susah. Begitu berartinya ia, dikala engkau tak bisa melihat wajahnya lagi.

5. Dalam sebuah pertemuan pasti ada perpisahan. Namun, perpisahan yang sangat indah adalah ketika kita bergenggam tangan, dan berjanji, "Kita untuk selamanya kawan, walaupun jarak menjauh, waktu memisahkan kita, namun dirimu akan tetap terkenang dalam sanubariku".

6. Sahabat bagaikan roda yang terus berputar, yang membuat lokomotif itu terus berjalan.

7. Teman itu seperti bintang Tak selalu nampak Tapi selalu ada dihati, Sahabat akan selalu menghampiri ketika seluruh dunia menjauh Karena persahabatan itu seperti tangan dengan mata Saat tangan terluka, mata menangis Saat mata menangis, tangan menghapusnya.


8. Meskipun bermil-mil jarak yang memisahkan, Sahabat tidak pernah terpisah karena persahabatan tidak diukur dengan jarak melainkan dengan hati.


9. Kawan sejati ialah orang yang mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benarnya yaitu baik dan burukmu.


10. Bila nafasku lepas, semua langkahku hilang. Tapi bayangmu tetap kawan..


11. Sahabat itu seperti bintang, dia memang tidak selalu terlihat. Tapi dia selalu ada untukmu.



12. Kau tahu seseorang adalah sahabat sejati ketika kau akan menangis, dia mengatakan hal-hal yang paling konyol hanya untuk melihatmu tersenyum.



13. Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.


14. Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan mempunyai nilai yang indah.

15. Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri menegur apa adanya.
sumber : http://rohmatullahh.blogspot.com/2013/08/kata-kata-mutiara-persahabatan.html

Rabu, 11 Februari 2015

perkembangan islam

Madinah


Madinah atau Madinah Al Munawwarah: مدينة رسول الله atau المدينه, (juga Madinat Rasul Allah, Madīnah an-Nabī) adalah kota utama di Arab Saudi. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Di sana terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahaladan keutamaan bagi kaum Muslimin. Dewasa ini, penduduknya sekitar 600.000 jiwa. Bagi umat Muslim kota ini dianggap sebagai kota suci kedua. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam menyebar ke seluruh jazirah Arabia lalu ke seluruh dunia.

Sejarah

Pada masa sebelum Islam berkembang, kota Madinah bernama Yatsrib, dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah, kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat kekhalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad. Terdapat tiga khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak. Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad SAW, penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena pengkhianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir ke luar Madinah.
Kini Madinah bersama kota suci Mekkah berada di bawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Khulafa ur rasyidin
1.

Perkembangan Islam Pada Masa Abu Bakar Ash Shiddiq 
Ketika Rasulullah wafat, jabatan pemerintahan atau kekhalifahan umat Islam digantikan oleh seorang sahabat senior, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau menjabat sebagai khalifah pertama menggantikan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Selama kekhalifahannya, permasalahan yang muncul sebagai berikut: Menumpas nabi palsu (Nabi-nabi palsu yang ingin menghancurkan Islam diantaranya.: Al- Aswad al Ansi, Thulaihah bin Thuwailid al Asadi, Malik bin Nuwairah, Musailamah al Kazab), Memberantas kaum murtad, Menghadapi kaum yang ingkar zakat dan Modifikasi Al-Qur’an. 
Abu Bakar juga sempat mengadakan perluasan wilayah kekuasaan Islam ke berbagai daerah, terutama ke daerah Syiria yang masih dikuasai oleh pasukan Romawi Timur (Byzantium). Dalam usaha ke arah itu, Abu Bakar mengirim beberapa panglima dengan segenap pasukannya. Diantara panglima yang dikirim itu adalah: Yazid bin Abi Sufyan yang dikirim ke Damaskus, Abu Ubaidah bin Jarrah dikirim ke Himsho, Amr bin Ash dikirim ke Palestina dan Suranbil bin Hasanah dikirim ke Yordania. 
Usaha perluasan kekuasaan ke wilayah Syiria ini, sebenarnya sudah dimulai sejak Nabi Muhammad SAW masih hidup di bawah pimpinan Usamah bin Zaid. Usaha itu sempat dihentikan, karena mendengar berita tentang wafatnya Rasulullah SAW. Kemudian usaha itu dilanjutkan kembali pada masa Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan kekuatan empat panglima tersebut di atas. Ditengah usaha penaklukan itu, pasukan Abu Ubaidah merasa kewalahan menghadapi pasukan Romawi Timur tersebut, lalu dikirimkan 1500 pasukan di bawah pimpinan Khalid bin Walid. 
Perang berlangsung cukup lama, tetapi di tengah berkecamuknya peperangan melawan pasukan Romawi Timur itu, tiba-tiba terdengar berita tentang wafatnya Abu Bakar (tanggal 21 jumadil Akhir tahun 13 H / 22 Agustus 634 Masehi). Setelah pemerintahan 2 tahun 3 bulan 10 hari (11 – 13 / 632 – 634 M) . Kemudian kekhalifahan pun digantikan oleh sahabat Umar bin Khattab.

2.   Perkembangan Islam Pada Masa Umar bin Khattab 
Seperti halnya Abu Bakar, Umar bin Khattab pun segera menggiatkan usaha perluasan kekuasaan Islam ke berbagai wilayah yang lebih luas lagi. Pertempuran demi pertempuran dapat dimenangkan dengan gemilang. Wilayah kekuasaan Islam pun semakin bertambah luas. Dalam pertempuran di Ajnadin tahun 16 H/636 M tentara Romawi dapat dipukul mundur, dan selanjutnya beberapa kota di pesisir pantai Syiria juga dapat dikuasai seperti Jaffa, Gizar, Ramlan, Typus, Arce, dan Askolan bahkan Bairut juga dapat ditundukkan pada tahun 18 H/638 M. Kota Bairut diserahkan sendiri oleh Patrik, penguasa Romawi di kota itu kepada Umar bin Khattab. 
Selain ke Persia usaha perluasan juga di arahkan ke wilayah Mesir. Ketika itu bangsa asli Mesir, yakni suku Qibty (qobti) sedang mendapat serangan dari bangsa Romawi. Mereka sangat mengharapkan bantuan dari kaum Maslimin. Setelah berhasil menaklukkan Syiria dan Palestina. Khalifah Umar bin Khattab mengarahkan pasukannya yang berkekuatan komando panglima Mesir. Pasukan itu dibawah komando panglima Amr bin Ash. 
Selain mengadakan perluasan wilayah kekuasaan Islam ke berbagai daerah. Khalifah Umar bin Khattab juga banyak berjasa dalam hal pembuatan undang-undang negara. Peraturan perundang-undangan yang berisi tentang ketatanegaraan dan tata pemerintahan, dibentuk pada masa kekhalifahan ini. Khalifah juga menetapkan penanggalan hijriah dan menetapkan perhitungan tahun baru, yaitu tahun hijriyah yang dimulai dari hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah (16 Juli 622 M). Maka terhitung sejak kepemimpinan beliau yaitu tahun 16 H (637 M) mulai dipergunakan penanggalan hijriyyah. Khalifah juga melakukan pengumpulan tulisan-tulisan al-qur’an dan berijtihad dalam pelaksanaan sholat tarawih berjama’ah. 
Khalifah Umar bin Khattab juga membentuk beberapa dewan, yang diantaranya adalah Dewan Perbendaharaan Negara dan Dewan Militer. Lembaga Kejaksaan dan Dewan Pertimbangan Hukum juga dibentuk pada masa kekhalifahannya. Banyak hakim-hakim yang masyur pada masa itu, di antaranya Ali bin Abu Thalib. Khalifah Umar pulang kerahmatullah pada tanggal 26 Dzul Hijjah 23 H/3 November 644 M dalam usia 63 tahun. Beliau memegang amanat sebagai khalifah selama 10 tahun 6 bulan (13-23 H/634-644 M). Atas persetujuan Siti Aisyah istri rasulullah Jenazah beliau dimakamkan berjajar dengan makam Rasulullah dan makam Abu Bakar. 

3.    Perkembangan Islam Pada Masa Ustman bin Affan 

Ketika khalifah Umar bin Khattab meninggal, pemerintahan diserahkan kepada Utsman bin Affan. Khalifah Ustman berjasa dalam pembukuan mushaf. Di masa khalifah ketiga ini juga terjadi upaya perluasan wilayah, terutama penaklukan ke Persia, Azerbeijan, Tabaristan dan Armenia. Penaklukan besar-besaran juga dilakukan pada masa khalifah Utsman bin Affan ini, apalagi setelah dibentuknya armada laut. Satu demi satu beberapa pulau di Asia kecil, pulau Cyprus, Rhodes Tunisia, Nubia, dan pesisir laut hitam. 
Semakin hari, wilayah kekuasaan Islam semakin luas. Untuk menjaga stabilitas negara diadakan pengalaman yang ketat terhadap para pemberontak yang ketat terhadap para pemberontakan yang terjadi di berbagai daerah yang berontak itu, antara lain daerah di luar Azerbeijan, Iskiandariyah dan wilayah Persia. Meskipun sistem keamanan diperketat tetapi para pemberontak semakin marak di berbagai daerah penaklukkan. Apalagi setelah masyarakat Islam menilai bahwa khalifah Utsman bin Affan bersikap nepotisme (mementingkan kepentingan keluarga). Beliau  wafat pada hari Jum’at 18 Dzulhijjah 35 H(656 M). Setelah beliau wafat ke Khalifahan dipegang oleh sahabat Ali bin Abi Thalib ra. 
Sifatnya yang lemah lembut dan berhati sosial telah meninggalkan jasa yang tidak sedikit untuk kepentingan Islam, antara lain: Menyempurnakan pembukuan Al-Qur’an, Merenovasi bangunan Masjid Nabawi di Madinah , Membentuk angkatan laut atas usul Muawiyah bin Abu Sofyan, Membangun gedung-gedung pengadilan yang semula masjid-masjid, Menumpas pemberontakan-pemberontakn seperti di Khurasan dan Iskandariyah, Membagi wilayah Islam menjadi 10 Propinsi yang dipimpin oleh seorang Amir/Wali/Gubernur, meliputi: (Al Jund-Abdullah bin Rabi’ah, Basrah-Abu Musa bin Abdullah, Damaskus-Muawiyah bin Abu Sofyan, Emese-Umar bin Sa’ad, Bahrain-Usman bin Abil Ash, sha’a-Ja’la bin Munabbik, Taif-Sufyan bin Abdullah, Mesir-Amr bin Ash, Mekkah-Nafi’ bin Abdul Maris, dan Kuwait-Mughiroh bin Sya’bah), Ekspansi Islam, meliputi: Armenia, Tripoli, Thabaristan, Harah, Barkoh, Kabul, Ghanzah dan Turkistan.

4.    Perkembangan Islam Pada Masa Ali bin Abi Thalib 

Ali Bin Abi Thalib adalah khalifah yang memiliki kelebihan tersendiri dalam sikap dan kepribadiannya. Ia adalah seorang pemberani dan tegas dalam melaksanakan sesuatu. Ia sangat mencintai keadilan dan kebenaran. Langkah pertama yang ia lakukan adalah mengganti para gubernur yang sebelumnya diangkat oleh khalifah Utsman bin Affan. 
Akibat yang lebih jauh dari tindakan Ali bin Abi Thalib itu, muncullah beberapa golongan yang berdiri sendiri dan semuanya menyatakan menentang Ali bin Thalib. Diantara golongan itu adalah golongan Mu’awiyyah, golongan Aisyah, Zubair, dan Tholhah serta golongan yang setia kepada Ali sendiri.
Golongan-golongan itu mengakibatkan munculnya berbagai peperangan, seperti perang Jamal dan perang Shiffin. Terjadinya perang Jamal menyebabkan munculnya dua kelompok, yakni Khawarij dan Syi’ah. Khawarij adalah orang-orang yang semula setia kepada Ali bin Abi Thalib, tetapi kemudian ke luar dari barisan Ali bin Abi Thalib setelah mereka merasa tidak puas dengan tindakan Ali bin Abi Thalib yang menghentikan peperangan untuk Tahkim. Tahkim adalah upaya penghentian perang dengan mengangkat Al-Qur’an tinggi-tinggi, agar kedua belah pihak yang bersengketa mau kembali kepada hukum Allah SWT. 
Syi’ah adalah kelompok yang tetap setia kepada Ali bin Abi Thalib.
Kebijaksanaan Ali bin Abi Thalib mengambil takhim, akhirnya membuat bumerang bagi dirinya, dan menghantarkan nyawanya melayang di tangan Ibnu Muljam pada pada 20 Ramadhan 41 H / 24 Januari 661 M. Umat Islam yang tetap setia kepada Ali, akhirnya mengangkat Hasan bin Ali menjadi khalifah selama beberapa bulan , tetapi ternyata beliau lemah sementara Mu’awiyah semakin kuat maka Hasan bin Ali membuat perjanjian damai. Setelah itu kepemimpinan digantikan oleh Mu’wiyah yang mencetuskan sistem pemerintahan yang absolut. Dengan demikian berakhir apa yang disebut dengan masa Khulafaur Rasyidin dan dimulailah kekuasaan Bani Umayah. 








kemajuan islam pada masa dinasti bani umayyah
Kemajuan Islam di masa Daulah Umayyah meliputi berbagai bidang, yaitu politik, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, seni dan budaya. Di antaranya yang paling spektakuler adalah bertambahnya pemeluk Agama Islam secara cepat dan meluas. Semakin banyaknya jumlah kaum Muslimin ini terkait erat dengan makin luasnya wilayah pemerintahan Islam pada waktu itu. Pemerintah memang tidak memaksakan penduduk setempat untuk masuk Islam, melainkan mereka sendiri yang dengan rela hati tertarik masuk Islam. Akibat dari makin banyaknya orang masuk agama Islam tersebut maka pemerintah dengan gencar membuat program pembangunan Masjid di berbagai tempat sebagai pusat kegiatan kaum Muslimin. Pada masa Khalifah Abdul Malik, masjid-masjid didirikan di berbagai kota besar. Selain itu, beliau juga memperbaiki kembali tiga Masjid utama umat Islam, yaitu Masjidil Haram (Mekkah), Masjidil Aqsa (Yerusalem) dan Masjid Nabawi (Madinah). Al-Walid, Khalifah setelah Abdul Malik yang ahli Arsitektur, mengembangkan Masjid sebagai sebuah bangunan yang indah. Menara Masjid yang sekarang ada dimana-mana itu pada mulanya merupakan gagasan Al-Walid ini. Perhatian pada Masjid ini juga dilakukan oleh Khalifah-Khalifah Bani Umayyah setelahnya.

Perkembangan lain yang menggembirakan adalah makin meluasnya pendidikan Agama Islam. Sebagai ajaran baru, Islam sungguh menarik minat penduduk untuk mempelajarinya. Masjid dan tempat tinggal ulama merupakan tempat yang utama untuk belajar agama. Bagi orang dewasa, biasanya mereka belajar tafsir Al-Quran, hadist, dan sejarah Nabi Muhammad SAW. Selain itu, filsafat juga memiliki penggemar yang tidak sedikit. Adapun untuk anak-anak, diajarkan baca tulis Arab dan hafalan Al-Quran dan Hadist. Pada masa itu masyarakat sangat antusias dalam usahanya untuk memahami Islam secara sempurna. Jika pelajaran Al-Quran, hadist, dan sejarah dipelajari karena memang ilmu yang pokok untuk memahami ajaran Islam, maka filsafat dipelajari sebagai alat berdebat dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang waktu itu suka berdebat menggunakan ilmu filsafat. Sedangkan ilmu-ilmu lain seperti ilmu alam, matematika, dan ilmu social belum berkembang. Ilmu-ilmu yang terakhir ini muncul dan berkembang denga baik pada masa dinasti Bani Abbasiyah maupun
 Bani Umayyah Spanyol.

Bidang seni dan budaya pada masa itu juga mengalami perkembangan yang maju. Karena ajaran Islam lahir untuk menghapuskan perbuatan syirik yang menyembah berhala, maka seni patung dan seni lukis binatang maupun lukis manusia tidak berkembang. Akan tetapi, seni kaligrafi, seni sastra, seni suara, seni bangunan, dan seni ukir berkembang cukup baik. Di masa ini sudah banyak bangunan bergaya kombinasi, seperti kombinasi Romawi-Arab maupun Persia-Arab. Apalagi, bangsa Romawi dan Persia sudah memiliki tradisi berkesenian yang tinggi. Khususnya dalam bidang seni lukis, seni patung maupun seni arsitektur bangunan. Contoh dari perkembangan seni bangunan ini, antara lain adalah berdirinya Masjid Damaskus yang dindingnya penuh dengan ukiran halus dan dihiasi dengan aneka warna-warni batu-batuan yang sangat indah. Perlu diketahui bahwa untuk membangun Masjid ini, Khalifah Walid mendatangkan 12.000 orang ahli bangunan dari Romawi. Tetapi di antara kemajuan-kemajuan yang terjadi pada masa Daulah
 Bani Umayyah tersebut, prestasi yang paling penting dan berpengaruh hingga zaman sekarang adalah luasnya wilayah Islam. Dengan wilayah yang sedemikian luas itu ajaran Islam menjadi cepat dikenal oleh bangsa-bangsa lain, tidak saja bangsa Arab.

 
Perkembangan Islam Masa Dinasti Bani Abbasiyah


Jatuhnya negeri Syiria karena kemenangan pasukan Abbul Abbas pada abad ke-7 dalam perang melawan pasukan Marwan ibn Muhammad (Dinasti Bani Umayyah), menandai berakhirnya riwayat Dinasti Bani Umayyah sekaligus kebangkitan kekuasaan Abbasiyah. Dinasti Abbasiyah didirikan oleh Abdullah al-Saffah ibn Muhammad ibn Ali ibn Abdullah ibn al-Abbass. Dinamakan Daulah Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa dinasti ini adalah keturunan Abbas. Kekuasaan Dinasti Bani Abbasiyah berlangsung dari tahun 750-1258 M dengan Baghdad sebagai ibu kotanya dan monarki sebagai sistem pemerintahannya.
Daulah Bani Abbasiyah memiliki ciri-ciri yang menonjol yang tidak terdapat di zaman bani Umayyah. Selain bersifat Arab murni, Dinasti Abbasiyah sedikit banyak telah terpengaruh corak pemikiran dan peradaban Persia, Romawi Timur, Mesir dan sebagainya. Sedangkan Dinasti Umayyah sangat bersifat Arab Oriented, artinya dalam segala hal para pejabatnya berasal dari keturunan Arab murni, begitu pula corak peradaban yang dihasilkan dinasti ini. Dalam penyelenggaraan negara, ada jabatan Wazir yang membawahi kepala-kepala departemen. Dalam pembagian wilayah (propinsi), pemerintahan Bani Abbasiyah menamakannya dengan Imaraat, gubernurnya bergelar Amir/ Hakim. Kepada wilayah/imaraat ini diberi hak-hak otonomi terbatas, sedangkan desa/ al-Qura dengan kepala desanya as-Syaikh al-Qoryah diberi otonomi penuh.
Ketentaraan profesional yang kuat di bawah panglima sehingga kholifah tidak turun langsung dalam menangani tentara.Pada masa pemerintahan dinasti Abbasiyah, luas wilayah kekuasaan Islam semakin bertambah, meliputi Hijaz, Yaman Utara dan Selatan, Oman, Kuwait, Irak, Iran (Persia), Yordania, Palestina, Lebanon, Mesir, Tunisia, Al-Jazair, Maroko, Spanyol, Afganistan dan Pakistan, dan meluas sampai ke Turki, Cina dan juga India. Adapun bentuk-bentuk peradaban Islam pada masa daulah Bani Abbasiyah adalah sebagai berikut :


a. Kota-Kota Pusat Peradaban
Di antara kota pusat peradaban pada masa dinasti Abbasiyah adalah Baghdad dan Samarra. Kota Baghdad menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan yang banyak didatangi ahli ilmu pengetahuan untuk belajar. Di kota Samarra terdapat 17 istana mungil yang menjadi contoh seni bangunan Islam di kota-kota lain.

b. Bidang Pemerintahan
Pada masa Abbasiyah I (750-847 M), kekuasaan kholifah sebagai kepala negarasangat terasasekali dan benar seorang kholifah adalah penguasa tertinggi dan mengatur segala urusan negara. Sedang masa Abbasiyah II 847-946 M) kekuasaan kholifah sedikit menurun, sebab Wazir (perdana mentri) telah mulai memiliki andil dalam urusan negara. Dan pada masa Abbasiyah III (946-1055 M) dan IV (1055-1258 M), kholifah menjadi boneka saja, karena para gubernur di daerah-daerah telah menempatkan diri mereka sebagai penguasa kecil yang berkuasa penuh. Dengan demikian pemerintah pusat tidak ada apa-apanya lagi.

c. Bangunan Tempat Pendidikan dan Peribadatan
 antara bentuk bangunan yang dijadikan lembaga pendidikan adalah madrasah. Terdapat juga Kuttab, sebagai lembaga pendidikan dasar dan menengah. Majlis Muhadhoroh sebagai tempat pertemuan dan diskusi para ilmuan, serta Darul Hikmah sebagai perpustakaan. Ada juga bangunan berupa tempat-tempat peribadatan, seperti masjid. Masjid saat itu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah sholat, tetapi juga sebagai tempat pendidikan tingkat tinggi dan takhassus. Di antaranya adalah masjid Cordova, Ibnu Toulun, Al-Azhar dan lain sebagainya.
Masa pemerintahan Abul Abbas As-Saffah sampai Kholifah Al-Watsiq Billah agama Islam mencapai zaman keemasan (132 – 232 H / 749 – 879 M). Namun, pada masa kholifah Al-Mutawakkil sampai Al-Mu’tashim, Islam mengalami kemunduran dan keruntuhan. Kehancuran Dinasti Abbasiyah melalui proses panjang yang diawali oleh berbagai pemberontakan dari kelompok yang tidak senang terhadap kepemimpinan kholifah Abbasiyah. Selain kelemahan Khalifah, beberapa alasan lainnya adalah:

a. Faktor Internal
1. Persaingan antar Bangsa.
Kecenderungan masing-masing bangsa untuk mendominasi kekuasaan sudah dirasakan sejak awal Khalifah Abbasiyah berdiri. Akan tetapi, para Khalifah adalah orang-orang kuat yang mampu menjaga keseimbangan kekuatan sehingga stabilitas politik dapat terjaga. Setelah al-Mutawakkil, seorang Khalifah yang lemah, naik tahta, dominasi tentara Turki tidak terbendung lagi. Sejak itu kekuasaan Daulah Abbasiyyah sebenarnya sudah berakhir.
2. Kemerosotan Ekonomi.
Kondisi politik yang tidak stabil menyebabkan perekonomian negara morat-marit. Kondisi ekonomi yang buruk memperlemah kekuatan politik Dinasti Abbasiyah. Kedua faktor ini saling berkaitan dan tak terpisahkan.
3. Konflik Keagamaan.
Konflik yang melatarbelakangi agama tidak terbatas pada konflik antara Muslim dan Zindik atau Ahlussunnah dengan Syi’ah saja, tetapi juga antaraliran dalam Islam.

4. Perkembangan Peradaban dan Kebudayaan.
Kemajuan besar yang dicapai Dinasti Abbasiyah pada periode pertama telah mendorong para penguasa untuk hidup mewah, yang kemudian ditiru oleh para haratawan dan anak-anak pejabat sehingga menyebabkan roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin.
b. Faktor Eksternal
1. Perang Salib yang berlangsung beberapa gelombang atau periode dan menelan banyak korban.
2. Serangan tentara Mongol ke wilayah kekuasaan Islam.


SEJARAH PERADABAN ISLAM MASA TURKI USMANI

Sejak mundur dan berakhirnya era Abbasiyah, keadaan politik umat Islam mengalami kemajuan kembali oleh tiga kerajaan besar : Turki Usmani di Turki, Mughal di India, dan Safawi di Persia. Dari ketiganya, Turki Usmani adalah yang terbesar dan terlama, dikenal juga dengan imperium islam. Dengan wilayahnya yang luas membentang dari Afrika Utara, Jazirah Arab, Balkan hingga Asia Tengah, Turki Usmani menyimpan keberagaman bangsa, budaya dan agama, Turki Usmani mampu berkuasa sekitar 6 abad berturut-turut.
Sejarah peradaban Islam masa turki usmani yang penuh dengan suasana politik, bagaimana kerajaan turki usmani mampu menjadi kerajaan islam yang paling hebat sepanjang masa, serta bagaimana pula kerajaan islam sebesar ini bisa runtuh dan akhirnya menjadi republik turki pada tahun 1924.
Keruntuhan kerajaan Turki Usmani disebabkan menjadi faktor internal yaitu : Karena luas wilayah kekuasaan serta buruknya system pemerintahan, sehingga hilangnya keadilan, banyaknya korupsi dan meningkatnya kriminalitasHeterogenitas penduduk dan agamaKehidupan istimewa yang bermegahan,Merosotnya perekonomian negara akibat peperangan yang pada sebagian besar peperangan turki mengalami kekalahan. Dan Faktor Eksternal yaitu : Munculnya gerakan nasionalisme. Bangsa-bangsa yang tunduk pada kerajaan turki selama berkuasa, mulai menyadari kelemahan dinasti tersebut. Kemudian ketika turki mulai lemah mereka bangkit untuk melawannya, Terjadinya kemajuan teknologi di barat khususnya bidang persenjataan. Turki selalu mengalami kekalahan karena mereka masih menggunakan senjata tradisional

 

Selasa, 06 Januari 2015

bahan pembersih hotel

BAHAN PEMBERSIH


A.  
PENGERTIAN BAHAN PEMBERSIH
Bahan pembersih adalah bahan kimia dalam rumah tangga yang bermanfaat sebagai pembersih. Bahan kimia yang termasukdalam kelompok ini yang dapat membantu proses pencucian yaitumelepaskan kotoran dari tempatnya menempel dan menahan agar kotoranyang telah terlepas tetap tersuspensi.
B.  JENIS-JENIS BAHAN PEMBERSIH
a.   Jenis alat pembersihan pada dasarnya di bagi menjadi 2 :
1)   Alat pembersih Manual
Alat pembersih yang digunakan dengan tenaga manusia
2)   Alat pembersih Makinal
Alat pembersih yang digunakan dengan mesin dan menggunakan listrik
b.   Menurut bentuk dan fungsinya alat pembersihan dikelompokkan atas             
1)   Sapu dan sikat (broom & brush)
Jenis-jenis sapu yang dipakai di industry pariwisata tidak jauh berbeda dengan yang di pakai dirumah tetapi jenis sikat yang dipakai cukup banyak baik ukuran, bentuk, bahan maupun fungsinya. Bulu-bulu (bristle) untuk sikat tersebut dari bermacam bahan lain:
-          Bulu binatang
-          Ijuk rumput
-          Baja
-          Nylon
-          Plastic dan sebagainya
Contoh-contoh sikat :
-          Sikat lantai (floor brush)
-          Sikat tangan (hand brush)
-          Sikat baja (steel brush)
-          Sikat jamban (toilet bowl brush)
-          Sikat sepatu (shoe brush)
-          Kuas (paint brush)

2)   
 Penampung (container)
Yang termasuk dalam kelompok ini adalah semua alat pembersih yang didalamnya dapat diisi sesuatu, baik alat pembersih yang lain, bahan pembersih maupun kotoran atau sampah.
Contoh :
-     Keranjang sampah (waste basket)
-     Ember (bucket)
-     Sodo sampah (dust pan)
-     Botol semprotan (bottle sprayer)
-     Kerata pramugraha/houseman (trolley)
-     Kantong sampah atau debu (dust bag)
-     Kantong

3)   
Lena (linen)
Jumlah alat kerja yang tergolong ke dalam kelompok lena (linen) cukup banyak, baik bentuk dan jenisnya. Untuk menekan biaya sering dibuat dari lena hotel yang telah rusak (O.O.Linen)
Linen Cleaning equipment yang biasa dipakai dalam kegiatan sehari-hari meliputi :
-          Lap lembut (soft cloth)
-          Lap katun (cotton cloth/cleaning rag)
-          Lap pel (floor  cloth)
-          Lap sepatu (shoe  cloth)
-          Lobby / floor duster
-          Mop
Beberap jenis lap harus digunakan khusus misalnya :
-          Lap WC (sanitizing cloth)
-          Lap gelas (glass cloth)
-          Chamois, untuk membersihkan kaca

4)   
Pelindung  (protective)
Peralatan pelindung adalah alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari bakteri atau bahaya lainnya
Contoh :
-          Sarung tangan (hand glove)
-          Masker
-          Pelindung kepala (helm)
-          Tali / sabuk pengaman)
-          Jarring / net

5)   
Pelengkap / pembantu (supporting)
Peralatan pelengkap / pembantu adalah alat pembantu atau pelengkap yang digunakan untuk menunjang berhasilnya suatu teknik pembersihan.
Contoh :
-          Tangga
-          Rak jemuran

6)   
Mekanik (mechanical)
Alat pembersih ini menggunakan mesin. Untuk menghemat waktu dan tenaga serta meningkatkan mutu alat kebersihan alat mekanik sangat tepat dipergunakan. Tetapi bias any alat-alat ini lebih mahal daripada alat manual.
Contoh :
-          Shampooing machine (mesin khusu)
-          Vaccum cleaner
c.   Floor machine
Floor machine biasanya disebut juga “multi purpose cleaner” karena dapat digunakan untuk bermacam-macam teknik pembersihan :
a. Untuk menyikat lantai (brussing floor)
b. Untuk menyemir (polishing floor)
c. Untuk mengkilapkan lantai (buffing floor)
d. Untuk membersihkan permadani atau karpat dengan
d.   shampoo (shampooing karpet)
Disamping kelompok alat-alat tersebut masih ada beberapa alat pembersih yang belum dimasukkan dalam salah satu kelompok antara lain :
-    Glass wiper
-    Floor squeezer
-    Sponge
-    Phone spraye

C.       
FUNGSI BAHAN PEMBERSIH
Banyak bahan kimia rumah tangga yang berfungsi dalam kehidupansehari-hari.Beberapa fungsi/manfaat itu dapat dikelompokkan antara lain:
1. Sebagai bahan pembersih
2. Sebagai bahan pemutih
3. Sebagai bahan pewangi
4. Pestisida

D.       SYARAT-SYARAT BAHAN PEMBERSIH
Bahan pembersih yang baik memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
1.     Ekonomis
2.     Tidakberacun
3.     Tidakkorosif
4.     Tidakmenggumpaldantidakberdebu
5.     Mudahdiukur
6.     Stabilselamapenyimpanan
7.     Mudahlarutdengansempurna
E. PEMILIHAN BAHAN SESUAI DENGAN KEGUNAAN
1.     Air
Berupa bahan cair yang jernih, bahan ini mudah didapat, murahdan dipakai sebagai bahan pencampur dari bahan pembersihlain, misalnya detergent, multi purpose cleaner dan sebagaibahan pembilas.
2.   Deterjen
Berbentuk bubuk ,berbutir halus,batangan,cair atau cream. Dapat dipergunakan seba-gai baha pembersih untuk peralatandari bahan dasar plastik, vinyl, keramik, kulit, metal,porselin.
         
3.   Acid/asam
Berbentuk cair Dikenal sebagai bahan pembersih yang bersifatasam, dapat diperoleh dari perasan jeruk nipis, asam cuka ataubahan kimia lainya.Harus hati-hati dalam penggunaannya karenadapat merusak objek pembersihan jika salah dalampenggunaan.
4.   Alkali
Berbentuk cair Digunakan pada laundry.Alkali dalam bahanpembersih menambah daya bersih dari pada detergen. Merekajuga mempunyai kekuatan pembasmi hama. Khusus alkali dalam multi purpose cleaner mempunyai prantara 8 - 9,5. Padalah ukuran skala ke asaman atau alkalinity of substances composed  in water. Phalaminya adalah 7.
5.    Solvent
Berbentuk cair  Dipakai sebagai bahan pembersih denganmenggunakan mesin cuci  ”dry cleaning” bahan pembersih inidibuat dari bahan acetone,methyl spirit dan white spirit.
6.   Amoniak
Berbentuk cair dan kristal Zat pembersih ini mempunyai bau yang khas dan keras dan tidak berwarna. Pemakaian bahan iniharus dicampur dengan air, jenis kotoran yang dapatdibersihkan adalah seperti kotoran lemak pada kaca.
7.   Multi Purpose Cleaner
Berbentuk cair Ada beberapa multi purpose cleaner dipasaran.Bahan ini dapat digunakan untuk men-cuci tembok, mengosoklantai, membersihkan bak mandi dan  shower sertamembersihkan jendela dan kaca.Multi purpose cleaner kebanyakan kental dan dapat dicampur air.
8.   Penghilang bau (Deodorizers)
Penyegar ruangan dirancang untuk mengurangi bau tidak enak. Penyegar seperti biasa dapat meninggalkan bekas padapermukaan.
9.   Pembersihlogam (Metal Cleaner)
Berbentuk  pasta/cair . Beberapa oil based metal cleaner membersihkan kotoran  pada logam yang tipis, lapisanpelindung pada permukaan logam. Lapisan pelindung ini seringmeninggalkan bekas sidik jari. Lapisan ini dapat merusakbanyak jenis kain.
10.               Strippers
Berbentuk cair. Bahan ini dapat digunakan untuk mengangkatlapisan/sealer  dan  finisher  serta menghancurkan daya metal lock yang terdapat pada lapisan itu (untuk membersihkan lantai yang  dilapisi). Strippers digunakan pada lantai resilient danlantai keras. Contoh strippers : Wax strip, Freedom
11.               Sealers
Berbentuk cair. Bahan pembersih yang berfungsi untukmelapisi lantai atau kayu, serta lantai yang memiliki banyak pori-pori. Contoh : Gym Finish (lantai kayu), Fortify (lantaikeras,teraso,semen), Teqnique (lantai lunak).
12.               Polisher (Pengkilap)
Berbentuk cairan, krim/pasta.Bahan pembersih yang berfungsijuga sebagai bahan pengkilap pada objek pembersihan yang terbuat dari bahan dasar kayu, metal, kaca, kulit, dan marmer.
13.               Abrasive
Abrasive adalah zat kimia seperti pasir yang digunakan untukmenghilangkan kotoran yang berat danuntuk pemoles.Abrasive dapat juga digunakan secara amanuntuk stainless steel, keramik, perlengkapan makan.
14.               Disinfectant
Berbentuk cair. Bahan pembersih yang sekaligus juga berfungsimembunuh kuman dan bakteri, misalnya pada ruang dapur, toilet ataupesawat telepon yang dipakai oleh umum.

sumber:http://rismaaamae.blogspot.com/2014/04/bahan-pembersih.html